Contact Us
Webmail
Publikasi Media
Direktori Bahasa Indonesia
English

UGM Mulai Uji Coba Penerapan KIK

Kategori :

YOGYAKARTA-Mulai hari Senin (5/7) UGM memberlakukan uji coba penerapan Kartu Identitas Kendaraan (KIK). KIK saat ini baru diberlakukan di empat kluster, yakni PAU, Sains, Agro-Fauna, dan Sosio Humaniora. Menurut Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM, Dr. Ing. Singgih Hawibowo, diharapkan selama satu bulan akan diterapkan uji coba KIK sebelum diberlakukan secara penuh. “Saat ini memang belum semua yang daftar mendapatkan KIK, masih dalam proses pembuatan kartu. Sembari itu, kita beri karcis sementara terlebih dulu,” ujar Singgih di kantornya, Senin (5/7).

Singgih menambahkan penerapan secara penuh KIK diharapkan akan dilakukan pada pertengahan Agustus depan. Hal ini disebabkan masih banyak peminat KIK yang telah mengajukan permohonan, tetapi belum selesai pembuatan kartunya. Dari sekitar 20 ribu pemohon KIK, setidaknya baru terealisasi sekitar 35% saja. “Ada sekitar 20 ribu pemohon KIK, namun yang sudah kita proses jadi ada 35%. Jadi, mudah-mudahan pertengahan Agustus sudah siap secara penuh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Singgih mengatakan pemberlakuan KIK pada beberapa portal akan dimulai pada pukul 06.00-14.00 (shift 1) dan 14.00-22.00 (shift 2). Khusus untuk portal di Boulevard UGM, akan berlaku selama 24 jam karena di sekitar kawasan ini terdapat beberapa lokasi untuk tamu, seperti Wisma Kagama, UC Resto, dan perumahan warga Bulaksumur. “Yang lain menyesuaikan dengan situasi unit/fakultas, yaitu sekitar pukul 22.00,” terangnya.

Dengan diterapkannya KIK, tidak berarti UGM menjadi kampus yang tertutup. UGM tetap terbuka bagi siapa saja, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda, sepeda motor, dan mobil. Penerapan KIK ini tidak lain guna mewujudkan kawasan 'educopolis', yaitu suatu lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran dalam konteks pengembangan kolaborasi multidisiplin dan tanggap terhadap isu ekologis demi mencapai visi universitas.

Selain itu, penerapan KIK sekaligus juga untuk memudahkan pembatasan akses bagi kendaraan yang tidak berkepentingan dengan UGM, meminimalkan terjadinya angka pencurian, dan mengurangi polusi udara akibat asap kendaraan bermotor. “UGM tetap kampus yang terbuka bagi siapa saja kok. Memang masyarakat atau pihak-pihak yang tidak berkepentingan ke UGM sudah mulai paham dan mulai mencari jalur lain,” imbuh Singgih.

Sementara itu, Kepala Unit Satuan Keamanan Kampus (SKK) UGM, Kiswondo, mengatakan di hari pertama uji coba KIK berjalan normal meskipun sesekali dijumpai sedikit antrian di portal masuk. Untuk setiap portal yang ada, nantinya disiapkan sekitar 3 personil SKK yang bertugas menjaga dan mencatat masuk-keluar kendaraan. “Lancar-lancar saja dan belum ada komplain. Kalau macet atau terlalu padat, bisa kemungkinan nanti menambah jalur dan petugas," ujar Kiswondo. (Humas UGM/Satria)