Contact Us
Webmail
Publikasi Media
Direktori Bahasa Indonesia
English

Somadril, Antara Obat dan Penyalahgunaannya

Kategori :

YOGYAKARTA-Somadril. Ya, mungkin belum banyak yang tahu apa itu Somadril. Somadril (nama generiknya adalah carisoprodol) merupakan obat pelemas otot yang bekerja secara sentral dan digunakan untuk mengatasi nyeri otot. Carisoprodol tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang (paling lama 2-3 minggu), karena belum ada bukti kuat mengenai efektivitasnya jangka panjang.

Namun, dari penelitian yang dilakukan oleh antropolog Universitas Hasanuddin Makasar, Prof. Nurul Ilmi Idrus, Ph.D terungkap adanya penyalahgunaan obat ini baik di kalangan remaja, waria dan pekerja seks (PSK) seperti di beberapa wilayah di Makasar, Pantai Bira serta Bulukumba.

“Sebenarnya obat ini kalau di Indonesia merupakan obat anti nyeri dan diresepkan dokter,”papar Ilmi pada Seminar Chemical Youth Comparative case-studies Indonesia di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM, Kamis (4/10).

Ilmi menjelaskan di sekitar pantai Losari somadril ini bebas dibeli dengan harga 35-40 ribu/strip/10 pills. Sedangkan di sekitar Pantai Bira somadril bisa dibeli dengan harga 60 ribu/strip/10 pills. Namun, menurut Ilmi para pelayan maupun pekerja seks di Bira ini lebih dikontrol oleh pemerintah lokal.

“Di Makasar somadril diminum kapan saja misalnya agar pede dan kesenangan (hight). Sedangkan di Bira ketika pekerja seks tengah melayani seks ‘tamu’,”katanya.

Anehnya, ada beberapa manfaat yang dirasakan pekerja seks di sana setelah mengkonsumsi somadril. Bagi PSK perempuan, kata Ilmi, somadril bisa mengatasi rasa malu ketika berhubungan seks. Sedangkan bagi pekerja seks laki-laki dinilai akan meningkatkan kenikmatan dalam berhubungan seks.

Menurut Ilmi dari penelitian yang dilakukan terungkap bahwa ketika somadril ini tidak dikonsumsi akan menimbulkan beberapa persoalan seperti sakit di tengkuk/pundak, sakit kepala, gelisah, menangis dan kurang bersemangat. Dengan tingkat ketergantungan ini maka akhirnya para PSK mau tidak mau terus berupaya untuk mengkonsumsi somadril.

“Karena tergantung untuk mengkonsumsi setiap hari bisa menghabiskan pendapatan mereka. Dengan begitu ada dampak ekonomi yang ditimbulkan pula,”kata Ilmi.

Sementara itu untuk para waria yang ada di Bulukumba dari hasil penelitian Ilmi juga terungkap adanya ketergantungan menggunakan kontrasepsi seperti pil dan suntik KB. Karena dengan mengkonsumsi beberapa jenis pil dan suntik KB menurut mereka akan menumbuhkan payudara.

“Jika berhenti akibatnya payudara akan kempes sehingga mereka minum pil atau suntik lagi,”imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut maka Ilmi berharap ada perhatian lebih dari orang tua dan pemerintah daerah setempat terhadap penyalahgunaan somadril. Apalagi jika melihat tidak sedikit remaja yang menjadi korban dan ‘pecandu’ somadril tersebut (Humas UGM/Satria AN)