Contact Us
Webmail
Publikasi Media
Direktori Bahasa Indonesia
English

Efek Informasi, Studi Perilaku Adopsi Pangan Fungsional

Kategori :

Dikatakan Ir Suci Paramitasari Syahlani MM, efek komunikasi dalam pangan fungsional bertujuan jangka panjang. Semakin sulit suatu produk diobservasi dan dipelajari, maka semakin besar usaha yang harus dilakukan pemasar.

Demikian pernyataan staf pengajar Bagian Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan UGM, saat ujian doktor, di Sekolah Pascasarjana UGM, Senin, (6/11). Promovenda mempertahankan desertasi berjudul “Efek Informasi dan Sumber Komunikasi Pemasaran dan label Pangan Dalam Proses Adopsi : Studi Perilaku Adopsi Pangan Fungsional”, dengan bertindak selaku promoter Prof Dr Asip F Hadipranata dan ko-promotor Prof Dr Basu Swastha Dharmestha MBA serta Dr BM Purwanto MBA.

Secara simultan, kata Suci, pangan fungsional membutuhkan penyampaian informasi untuk memperkenalkan dan mengarahkan konsumen dalam mengambil keputusan. Hingga kini, mekanisme komunikasi dalam pemberian informasi hubungan pangan dan kesehatan tersebut, dinilai masih belum terselesaikan.

Suci Paramitasari mengakui, bila fokus studinya merupakan studi peningkatan kebutuhan kualitas konsumen untuk peningkatan taraf hidup yang sehat melalui konsumsi pangan fungsional, dengan menurunkan resiko privalensi berbagai penyakit. “Dikembangkannya komunikasi pemasaran ini, adalah untuk menjelaskan atribut dan manfaat produk bagi pembentukan perilaku, guna pencapaian taraf kualitas kesehatan hidup yang lebih baik,” ujar Suci paramitasari.

Dalam kesimpulannya, Suci Paramitasari menjelaskan, bahwa iklan, advertorial dan label pangan bukan suatu pilihan bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan terpisah. Temuan studinya menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran simultan meskipun tidak memberikan efek yang instan, namun memberikan akumulasi pengetahuan dalam diri seseorang untuk dipergunakan kembali ketika melakukan informasi lebih lanjut.

Dalam ujiannya, perempuan kelahiran Blitar 1 September 1965 ini, dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dan meraih gelar doktor Bidang Ilmu Manajemen UGM, sekaligus menjadi doktor ke 766 yang diluluskan UGM. (Humas UGM).