Contact Us
Webmail
Publikasi Media
Direktori Bahasa Indonesia
English

Ketua PPNI: Perawat Jangan Lupakan Kode Etik

Kategori :

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi DIY, Drs. Kirnantoro, SKM, M.Kes berharap agar para perawat termasuk di dalamnya sarjana keperawatan yang telah mengambil program profesi (Ners) terus menjunjung kode etik keperawatan. Menurut Kirnantoro seorang perawat selain dituntut memiliki kemampuan akademik dan terampil, harus selalu menjaga kode etik keperawatan.

“Sebagai bagian dari naluri seorang perawat etika tersebut jangan sampai hilang. Kode etik menjaga rahasia kesehatan pasien misalnya itu contoh etika,”tutur Kirnantoro pada acara Pelantikan Ners Baru Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran (FK) UGM Periode II Tahun Ajaran 2012/2013 di Auditorium FK UGM, Rabu (30/1).

Kepada para Ners baru Kirnantoro menjelaskan bahwa saat ini tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan dari para perawat semakin meningkat. Untuk itu seiring dengan tuntutan tersebut maka perawat harus terus membekali diri dengan ilmu dan pengalamannya.

“Mudah-mudahan Anda sekalian memiliki kemampuan teknis perawat yang optimal sehingga bisa menjadi role model perawat lainnya,’harap Kirnantoro.

Senada dengan itu Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY, dr. Sarminto, M.Kes mengatakan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus dimulai terlebih dulu dari SDM atau tenaga kesehatan yang ada. Untuk mencapai masyarakat sehat berkeadilan maka diperlukan tenaga-tenaga kesehatan yang profesional.

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat optimal maka perlu SDM kesehatan yang mumpuni. Sebagai tenaga ahli diharapkan Ners sekaligus bisa menjadi konsultas perawat lulusan D3,”kata Sarminto.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B.(K)Onk menilai pelantikan Ners baru ini merupakan awal perjuangan dari para sarjana keperawatan yang telah mengambil program profesi. Globalisasi, kata Teguh, menuntut tenaga kesehatan untuk terus mengembangkan ilmu dan pengalamannya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini merupakan permulaan pengembangan diri bagi Anda sekalian. Dengan standar internasional yang ada saat ini diharapkan Ners baru bisa berkarya dimana saja,’kata Teguh.

Pada acara ini dilantik sebanyak 19 Ners baru yang semuanya perempuan. Dengan dilantiknya Ners baru tersebut maka sampai saat ini PSIK UGM telah meluluskan sebanyak 1302 orang Ners. Pada kesempatan tersebut Indar Pratiwi meraih IPK tertinggi untuk profesi 3,93 sekaligus untuk IPK gabungan yaitu 3,66. Sebaran Ners yang dilantik meliputi daerah DIY, Jateng, Bali, DKI, Jabar, Jatim, dan Papua Barat (Humas UGM/Satria AN)