Contact Us
Webmail
Publikasi Media
Direktori Bahasa Indonesia
English

Kembangkan Alat Terapi Stroke, Tim UGM Raih Juara I Imagine Cup 2013

Kategori :

Tim NextIn Futura UGM berhasil meraih juara I dalam lomba Imagine Cup 2013 tingkat Nasional. Kompetisi yang berlangsung pada 12 April 2013 lalu di Oval Plaza, Epicentrum Walk, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta mempertandingkan tiga kategori yaitu Innovation, Games dan World Citizenship..

Tim NextIn Futura sukses menjadi jawara dalam kategori World Citizenship dengan mengusung Mosist (Motion Recovery Asisstant). Beranggotakan tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JTETI) yaitu Kalikautsar, Robertus Sonny Prakoso, Syukron Abu Ishaq Alfarozi dan satu mahasiswi Ilmu Komunikasi yakni Danastri Rizqi Nabilah. Dengan dosen pembimbing dr. Abdul Ghofir, Sp.S(K) dan mentor M. Risqi Utama Saputra, ST., dari JTETI,

Kalikautsar, Project Manager tim NextIn Futura mengatakan Mosist merupakan perangkat lunak berbasis Kinect yang diciptakan untuk membantu para pasien stroke dalam melakukan terapi pasca-stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan motoriknya. Adapun terapi yang diberikan oleh Mosist dikategorikan dalam empat kelompok terapi yang berdasarkan basis yang juga digunakan dalam terapi konvensional, yaitu terapi balancing, walking, standing up & sitting down, dan reaching & manipulation.

“Dengan Mosist, pengguna akan mendapatkan pengalaman terapi pasca-stroke yang berbeda dari sebelumnya,” katanya Senin (22/4).

Terapi menggunakan Mosist berbeda dengan terapi konvensional. Mosist mampu memberikan user-experience melalui natural user-interface yang berbasis pada teknologi Kinect dan interaksi audiovisual melalui game. Dengan kelebihan yang dimiliki, Mosist dapat meningkatkan motivasi pengguna dalam menjalani terapi pemulihan pasca-stroke.

“Mosist juga dapat digunakan sebagai penghitung Range-of-Motion (ROM) dan kecepatan yang kemudian memberikan pengukuran performa pengguna secara kuantitatif dan real-time yang dikembangkan dari pengaplikasian teknologi Kinect yang tidak dapat diukur secara kasat mata,”imbuhnya.

Hasil dari terapi yang dilakukan oleh pengguna, lanjutnya, tidak hanya ditampilkan sebagai game score dalam akhir setiap terapi. Namun digunakan juga untuk memonitor perkembangan kemampuan motorik dari pengguna melalui fitur-fitur lain yaitu penjadwalan terapi, rekomendasi terapi, serta rekam perkembangan untuk pengguna.

Atas keberhasilan tersebut tim NextIn Futura berhak atas modal awal usaha dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah senilai Rp 25 juta.

Selain tim NextIn Futura, UGM juga mengirim tim lain yaitu tim Bingawa yang lolos sampai babak final dengan mengajukan aplikasi bernama Greenaid dalam kategori innovation. Sayangnya, tim tersebut belum seberuntung rekan mereka, tim NextIn Futura yang berhasil mendapatkan juara. (Humas UGM/Ika)