Rilis
INCULS GELAR PROGRAM REGULER
Tanggal Posting 2005-05-26 13:18:55Pada Sabtu, 28 Mei 2005, bertempat di Lantai III-Auditorium Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya UGM dilaksanakan Upacara Penutupan bahasa dan budaya Indonesia bagi penutur asing. Program kursus ini diselenggarakan oleh Inculs (Indonesian Language and Culture Learning Service) dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Program Reguler adalah salah satu program kursus di Inculs dan dalam pengajarannya memakai pendekatan komunikatif. Pembelajar selain mengikuti kegiatan kurikuler (pelajaran bahasa Indonesia) juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat pilihan (opsional), seperti membuat batik, memasak, studi pedesaan, menari, bermain gamelan, dan tutorial. Demikian yang diungkapkan Drs. Suharsono, M.Hum selaku Koordinator Acara (26/05/05)
Jumlah peserta Program Reguler yang telah menyelesaikan kursus pada Semester II (14 Februari —28 Mei) tahun akademik 2004/2005 kali ini sebanyak 71 peserta berasal dari 10 negara, yaitu Australia, Jepang, Jerman, Korea, China, Meksiko, Polandia, Swedia, PNG, dan Vietnam, dan berasal dari beberapa lembaga pengirim, yaitu ACICIS (Australia), Universitas Konstanz (Jerman), PT Mitsui Indonesia, Pertukaran Mahasiswa (GUFS--China/RRC, HUFS—Korea, CHUO Univ.—Jepang), dan Darmasiswa RI (beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari berbagai negara yang berminat pada studi keindonesiaan).
Menurutnya, Upacara Penutupan Program Reguler pada setiap akhir semester tidak saja merupakan upacara seremonial penyerahan sertifikat, tetapi sekaligus juga sebagai “ajang unjuk kebolehan” para mahasiswa dalam hal kemampuan berbahasa Indonesia, dan dalam aspek budaya Indonesia. Dalam upacara penutupan ini semua kegiatan dilakukan oleh para mahasiswa. Pembawa acara dilakukan oleh Weronika A Jankowska dari Polandia dan Stephen Girschik dari ACICIS (Australia), tari “Golek Ayun-Ayun” oleh mahasiswa kelas Menengah dan kelas Lanjut dari Australia, Polandia, China, dan Jepang, tari “Gunung Sari oleh mhs. Australia, dan permainan Dejridoo oleh mhs Australia, dan Tari “Srikandi” oleh mhs. Jepang.
“Setelah program Reguler selesai, Inculs akan menyelenggarakan kursus intensif bahasa dan budaya Indonesia bagi mahasiswa Amerika Serikat yang tergabung dalam USINDO (United States--Indonesian Society) dari tanggal 13 Juni—12 Agustus 2005. Pembukaan program intensif ini akan dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2005 di FIB UGM,” jelasnya. (Humas UGM)
- MEMBATIK DAN MENARI JAWA DI AKHIR PROGRAM INCULS 2005
- Dari Wayang Escobar hingga Impian Katherine, Mengenal Indonesia Tidak dengan Buku
- Mahasiswa INCULS UGM memainkan Karawitan
- 16 Persen Siswa SMP dan SMA di Kota Yogyakarta Perokok
- 1.570 Lulusan Diharapkan Perkuat Jejaring Alumni
- KUNJUNGAN REKTOR KEPADA MAHASISWA PESERTA KKN
- Teliti Indikator Kinerja Angkutan Umum, Imam Basuki Raih Doktor
- Cegah Korupsi, Kagama Kesehatan Gelar Seminar
- Kebudayaan Belum Jadi Mainstream Pembangunan Nasional
- Langganan Juara Olimpiade Internasional, Made Tantrawan Lulus Cumlaude
- Representasi Perlawanan Pribumi Masa Kolonial Dalam Novel
- Unila, UGM dan UI Juara Lomba Rancang Kuda-kuda
- FH UGM Juarai Lomba Debat Ilmiah 2013
- Tim Kesenian IMABA FIB UGM Ramaikan Festival Kesenian Dunia di Belgia
- UGM Wisuda 1.598 lulusan Sarjana dan Diploma
- Target Swasembada Pangan Sulit Dicapai
- Keterbatasan Sediaan Obat Dorong Doktor Berikan Resep Racikan
