Rilis
Metode Hydrogel Perbaiki Cara-Cara Pengobatan Konvensional
Tanggal Posting 2008-08-29 16:45:08
Salah satu ilmuwan dari Jepang, Prof Yasuhiko Tabata Phd, menawarkan konsep baru dalam pengobatan yang mengkombinasikan Ilmu kedokteran, farmasi dan rekayasa teknologi, yang diberinama hydrogel.
Hal tersebut disampaikannya dalam Open Lecture (kuliah umum), di Balai Senat, Jum'at (29/8). Ilmuwan kelahiran Osaka 18 Februari 1959 ini menjelaskan, metode yang digunakan melalui media hydrogel terbukti mampu memperbaiki cara-cara pengobatan konvensioanl.
"Hidrogel membantu pengobatan melalui pemberian obat tanpa operasi, karena hydrogel berfungsi sebagai penghantar obat menuju sasaran dengan baik dan tepat," katanya
Diakui Yasuhiko, cara ini cukup efektif untuk mempercepat kesembuhan bahkan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, hydrogel juga membantu dalam perbaikan dan regenerasi sel.
"jika di gunakan dalam pengobatan penyakit jantung, ia akan memperlancar saluran pembuluh darah yang menyumbat, jika di penyakit kulit ia akan membentuk jaringan kulit baru," jelasnya.
Prof Yasuhiko mengungkapkan dirinya telah menekuni dan meneliti Hydrogel kurang lebih selama enam belas tahun. Dirinya meyakini cara ini cukup efektif. Bahkan di Jepang, beberapa pasien dengan bermacam penyakit berhasil disembuhkan.
Menanggapi metode pengobatan baru ini, Wakil Rektor Senior Bidang Akademik Penelitian Pengabdian pada Masyarakat UGM Prof Dr Retno Sunarminingsih MSc Apt berharap bisa dikembangkan di Indonesia. Hanya saja untuk saat ini diakuinya terkendala faktor biaya yang mahal.
"Namun tentunya kita tidak menyerah begitu saja. Saya berharap UGM bisa membangun kolaborasi dengan Kyoto University yang sudah mengembangkannya," ujarnya.
Dalam waktu dekat, Retno menegaskan Akan mengirim beberapa dosen untuk studi lanjut mengingat metode pengobatan baru ini akan berkembang di masa depan. (Humas UGM).
- Prof. Sugeng: Metode Konvensional Untuk Identifikasi Senyawa Tak Memadai
- Teknologi Stem Cell, Cara Baru Obati Penyakit Stroke, Jantung dan Diabetes
- Kamran Rousta: Memilah, Cara Terbaik Pengelolaan Limbah
- Penting, Pembelajaran Kewirausahaan di Perguruan Tinggi
- Informasi & Tata Cara Pendaftaran UM UGM 2005
- ILMU KIMIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SAINS
- UGM Kembangkan “SRI” sebagai Budidaya Padi Hemat Air, Benih dan Pupuk yang Ramah Lingkungan
- UGM Wisuda 1.598 lulusan Sarjana dan Diploma
- Target Swasembada Pangan Sulit Dicapai
- Keterbatasan Sediaan Obat Dorong Doktor Berikan Resep Racikan
- Kurikulum 2013 Masih Sentralistik
- UGM Beri Kemudahan Memilih Prodi Dalam Penerimaan Maba
- Mahasiswa Asing FEB UGM Belajar Budaya Desa
- Strategi Ekspor Bawa Kemajuan Perekonomian Korea Selatan
- Mahasiswa Belum ‘Melek’ Legislatif
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
