Rilis
Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Mulut Leher Rahim
Tanggal Posting 2008-12-02 16:25:48
Panitia Dies ke-59 UGM kembali mengadakan kegiatan bakti sosial Deteksi Dini Kanker Mulut Leher Rahim yang diikuti ratusan ibu-ibu karyawan UGM, pekan lalu, di Gedung Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), Fakultas Kedokteran UGM.
Sub koordinator Bakti Sosial Panitia Dies ke-59 UGM dr JB Subroto mengatakan, pemilihan bakti sosial deteksi dini kanker mulut rahim dimaksudkan untuk membantu ibu-ibu karyawan UGM untuk memeriksa mendeteksi gejala kanker leher rahin (kanker servik) sejak dini karena penyakit ini menurut Subroto sulit diketahui gejalanya. Sebaliknya gejala klinis akan muncul bila sudah memasuki stadium lanjut.
Diakui oleh Subroto, kebanyakan pasien yang datang memeriksa ke rumah sakit merupakan penderita penyakit kanker mulut leher rahim yang sudah mengalami stadium lanjut.
“Bila sudah memasuki stadium lanjut, maka biaya pengobatan cukup mahal. Kemungkinan untuk sembuh seratus persen pun sangat sulit,” kata Subroto di sela-sela kegiatan deteksi dini kanker, di Fakultas Kedokteran.
Menurut Subroto, ibu-ibu penderita penyakit kanker mulut leher rahim ini sebelumnya tidak pernah atau jarang memeriksa kesehatan kanker leher rahim, karena merasa tidak merasakan gejala klinis yang menonjol pada leher rahim atau panyudaranya.
“Penyakit ini sebenarnya muncul akibat para ibu-ibu kurang peduli dengan kesehatan rahimnya, dan melakukan hubungan seks secara tidak sehat,” ujarnya.
Beberapa gejala klinis yang muncul pada stadium lanjut kata Subroto diantaranya rasa sakit pada daerah selangkangan saat berjalan, adanya pembengkakan di daerah panyudara. Adapun faktor yang menyebabkan munculnya penyakit kanker leher rahim ini kata Subroto sangat multi faktor, tergantung dengan tingkat umur penderita, hormon dan lingkungan.
“Kebanyakan penderita biasanya mereka yang melakukan kawin muda, memiliki jumlah anak yang banyak, hamil beberapa kali, menyebabkan sadanya trauma pada leher rahim,” ungkapnya.
Fakultas Kedokteran UGM bekerjasama dengan Rotary Tugu Club Yogyakarta, ujar Subroto, berusaha mencegah penyakit ini dalam stadium lanjut dengan menyediakan kegiatan deteksi dini secara gratis, dengan menggunakan Cryo Therapy dan IFA Test. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
- Sari Buah Merah Potensial Hambat Pertumbuhan Sel Kanker Payudara dan Rahim
- Pengembangan Alat Deteksi Dini Kanker Nasopharynx
- Peduli Kesehatan, UGM Gelar Bakti Sosial di Pasar Kasultanan Sorowulan
- Pengukuhan Prof Teguh Aryandono: Terapi Alternatif Memperlambat Terapi Medis Untuk Pengobatan Kanker Payudara
- Kembangkan Cara Deteksi Dini Kanker Nasofaring, Susanna Raih Award
- FK UGM Luncurkan Alat Deteksi Kanker Nasofarings
- Dokter Asal Belanda Jadi Guru Besar Luar Biasa UGM
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
- Raih Doktor Usai Teliti Instabilitas Ekspor
- UGM Kembangkan Gama Jagung Manis Hibrida
- Pembangunan Museum UGM Memasuki Tahap Awal
- Pendidikan Mestinya Melahirkan Manusia Budaya Indonesia
- UGM Bantu Pengembangan Ekowisata Pulau Maratua
- Mahasiswa UGM Ikuti JENESYS 2.0 ASEAN Economic Community 2013 di Jepang
