Rilis
UGM Liburkan Kegiatan Akademik sampai dengan 13 November 2010
Tanggal Posting 2010-11-05 13:48:16
YOGYAKARTA- Akibat erupsi Gunung Merapi yang masih saja terjadi hingga saat ini, abu dan debu Merapi tersebar di beberapa kota, antara lain, DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. UGM menjadi salah satu lokasi yang juga terkena dampak abu erupsi Gunung Merapi tersebut.
Sehubungan dengan kondisi ini, Rektor UGM hari ini, Jumat (5/11), mengeluarkan surat edaran Nomor 8374/Dir-Akademik/2010 yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D. Surat edaran ditujukan kepada Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, Caretaker Direktur Sekolah Vokasi, dan seluruh unit kerja di UGM. Isi surat, antara lain, menyatakan kegiatan akademik diliburkan sampai dengan tanggal 13 November 2010. “Kegiatan akademik diliburkan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan perkembangan erupsi Gunung Merapi ini,” kata Prof. Atyanto.
Selain meliburkan kegiatan akademik, bagi civitas akademika UGM yang ingin membantu urusan bencana Gunung Merapi diminta untuk berkoordinasi dengan Posko Disaster Response Unit (DERU) yang berada di Bulaksumur D-7. Sementara itu, fakultas-fakultas juga diminta untuk mendata mahasiswa relawan bencana Merapi, memberikan pengarahan, dan mengimbau mahasiswa relawan untuk mengikuti koordinasi lembaga resmi, baik dari pemerintah maupun universitas. “Koordinasi diharapkan tetap dijalankan oleh mahasiswa relawan dengan pihak resmi terkait seperti DERU, Posko Pemda, ataupun BNPB,” imbuhnya.
UGM saat ini juga telah menyiapkan setidaknya tiga posko bagi para pengungsi bencana Merapi. Posko-posko ini berada di Gelanggang Mahasiswa, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (eks Purna Budaya), dan lapangan tenis indoor di bawah koordinasi Posko DERU. Jumlah pengungsi Merapi yang saat ini berada di Gelanggang sudah lebih dari 350 orang. “Mahasiswa akan aktif masuk lagi Senin, 15 November 2010. UGM tengah fokus terlebih dahulu membantu korban dan pengungsi Merapi,” tambah Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM, Drs. Suryo Baskoro, M.S., di tempat terpisah.
Adanya surat edaran tersebut disambut baik oleh para mahasiswa. Mereka juga mengaku siap menjadi relawan bagi korban dan pengungsi Merapi. “Kalau diliburkan dan diharap siap menjadi relawan, kita siap saja. Cuma kemarin memang sempat bingung kalau mau menyumbangkan, misalnya pakaian bagi pengungsi harus ke mana,” kata Meliza dan Reza, mahasiswa Hubungan Internasional UGM tersebut. (Humas UGM/Satria AN)
- UGM Menunda Perhelatan WISDOM 2010
- Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Pembangunan Rumah Sakit Akademik UGM
- UGM Resmikan Gedung Layanan Administrasi Akademik
- Petualangan Ramadhan di Teknik IX (PERNIK IX)
- Sekolah Pascasarjana UGM Gelar 5 Agenda Ilmiah
- UGM Gelar Workshop Hibah bagi Tenaga Kependidikan
- Danone Luncurkan Kompetisi Bisnis Trust By Danone 2010
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
- Raih Doktor Usai Teliti Instabilitas Ekspor
- UGM Kembangkan Gama Jagung Manis Hibrida
- Pembangunan Museum UGM Memasuki Tahap Awal
- Pendidikan Mestinya Melahirkan Manusia Budaya Indonesia
- UGM Bantu Pengembangan Ekowisata Pulau Maratua
- Mahasiswa UGM Ikuti JENESYS 2.0 ASEAN Economic Community 2013 di Jepang
