Rilis
RSA UGM Gelar Pelatihan Bagi Kader Kesehatan
Tanggal Posting 2011-10-28 06:49:35
YOGYAKARTA – Permasalahan seputar bayi dan tumbuh kembang anak merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh ibu, kader posyandu, maupun tenaga kesehatan. Sebab, bayi rentan terhadap berbagai masalah yang dapat berdampak fatal terhadap keselamatan maupun tumbuh kembangnya. Sehingga kader dan tenaga kesehatan diharapkan menguasai hal seputar bayi, tanda-tanda bahaya bayi sakit maupun memonitor Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui adanya bahaya mengancam maupun untuk mendeteksi dini tumbuh kembang anak.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan tenaga kesehatan, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan berupa pelatihan seputar penanganan bayi baru lahir, pijat bayi dan fisioterapi dada pada anak. Ketua panitia Kegiatan pengbadian Masyarakat RSA UGM dr. Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A mengatakan sebanyak 36 kader dan tenaga kesehatan dari 12 pedukuhan desa Trihanggo, Sleman, diikutkan dalam pelatihan kali ini. “Masing-masing pedukuhan mengirim 3 wakil kader kesehatannya dan empat tenaga puskesmas,” kata Ade kepada wartawan di sela-sela kegiatan pelatihan di RSA UGM, Kamis (27/10).
Dia menambahkan, kegiatan pelatihan kali ini bertujuan meningkatkan pendidikan masyarakat tentang pemahaman, pengetahuan tentang penanganan seputar bayi baru lahir, keterampilan dalam melakukan pijat pada bayi dan fisioterapi dada pada anak. “Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini para kader kesehatan mampu mengetahui tanda-tanda bahaya bayi sakit sehingga dapat mendeteksi secara dini tumbuh kembang anak,” katanya.
Disamping itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak sesuai dengan sasaran indikator pencapaian Milleniun Development Goals (MDGs). Menurut Ade, untuk mencapai target MDGS tersebut tidak hanya bergantung dengan pemrintah, namun juga kelompok masyarakat untuk terus ditingkatkan pengetahuannya agar target MDGs dapat tercapai dalam waktu lebih singkat. ”Apalagi angka kematian seputar bayi baru lahir mencapai 40 persen,” imbuhnya.
Peran para kader kesehatan dinilai sangat berperan untuk mengontrol kesehatan bayi mulai saat di kandungan hingga pasca kelahiran. Namun demikian, teknik perawatan bayi yang terus mengalami perkembangan dari waktu-ke waktu belum sepenuhnya diketahui oleh para lader kesehatan sehingga pelatihan semacam ini menurut Ade akan terus digalakkan. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
- Sebanyak 387 Kader dan 27 Petugas Kesehatan Ikuti Pelatihan Simulasi Penanganan Kegawadaruratan Bencana
- Kader Semut Solusi Kesehatan Gigi Anak Tunagrahita
- KP4 UGM Gelar Kemah Cinta Lingkungan
- Pengobatan Gratis RSA UGM untuk 400 Warga Trihanggo, Sleman
- PSPG UGM Gelar Pelatihan Kesehatan dan Sanitasi Bagi PKL
- SKK UGM Gelar Pelatihan Penanggulangan dan Penanganan Bahaya Kebakaran
- Cegah Tawuran, PSP Gelar Pelatihan Kader Bangsa
- Keterbatasan Sediaan Obat Dorong Doktor Berikan Resep Racikan
- Kurikulum 2013 Masih Sentralistik
- UGM Beri Kemudahan Memilih Prodi Dalam Penerimaan Maba
- Mahasiswa Asing FEB UGM Belajar Budaya Desa
- Strategi Ekspor Bawa Kemajuan Perekonomian Korea Selatan
- Mahasiswa Belum ‘Melek’ Legislatif
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
