Rilis
Biaya Pendidikan Mahal, Pemuda Pesimis
Tanggal Posting 2012-06-11 13:42:26
YOGYAKARTA – Apa impian pemuda akan masa depannya? Ternyata tidak semuanya optimis, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin yang masih menganggap masa depan suram karena semakin mahalnya biaya pendidikan yang sulit mereka akses. Mereka meyakini pendidikan merupakan jaminan dari masa depan yang lebih baik.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Guru Besar Universitas Newcastle, Australia, Pamela Nilan, menyebutkan anak muda dari kelas sosial bawah di Indonesia merasa tidak mempunyai peluang besar di masa depan karena faktor ekonomi. “Salah satunya adalah biaya pendidikan yang mahal,” kata Nilan dalam kuliah umum ‘Indonesian Youth in the New Millenium: What Do They Think Lies Head’, di Fisipol UGM, Senin (11/6).
Lebih lanjut dijelaskan Nilan bahwa impian anak muda terhadap masa depan yang sukses dipengaruhi oleh status sosial ekonomi mereka. Anak muda dari kelas sosial bawah cenderung melihat bahwa kurangnya uang, akses, kesempatan, dan sumber daya sebagai hambatan untuk meraih kesuksesan. “Berbeda pada anak muda dari kelas sosial atas, hambatan untuk meraih sukses justru terletak pada sifat negatif dari diri mereka sendiri,” ujarnya.
Dari ribuan pemuda yang disurvei di sembilan lokasi, yakni Jakarta, Bali, Solo, Jogjakarta, Banjarnegara, Lombok, Flores, Sorowako, dan Sumatra Barat, masa depan mereka anggap baik apabila mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Mayoritas menginginkan karier dan pekerjaan yang lebih baik daripada orang tua mereka sebelumnya.
Sepertiga dari pemuda yang disurvei menginginkan pekerjaan profesional. Kalangan perempuan menginginkan pekerjaan profesional dibanding laki-laki. Sebagian besar dari mereka menginginkan bekerja di sektor privat (swasta), hanya 7,6% tertarik pada pekerjaan sebagai pegawai negeri.
Selain kegiatan kuliah umum, diluncurkan pula Jurnal Studi Pemuda yang diprakarsai oleh pusat kajian kepemudaan atau Youth Studies Centre (YouSure) Fisipol UGM. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
- Pemuda Tidak Lepas dari Stigma
- Kemenpora Gagas Organisasi Pemuda Menjadi Organisasi Profesi
- Entaskan Kemiskinan, 32 Pemuda Sarjana Ditempatkan di Desa Tertinggal
- Penting Bagi Pemuda Membangun Impian Bersama
- Pemuda Bukan Dijadikan Obyek Kepentingan Politis
- Dukung Percepatan MDGs, Mahasiswa Sampaikan Deklarasi Youth Millenium Drive
- UGM Gelar Kongres Pemuda Nusantara dan Deklarasi Pemuda Indonesia
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
- Raih Doktor Usai Teliti Instabilitas Ekspor
- UGM Kembangkan Gama Jagung Manis Hibrida
- Pembangunan Museum UGM Memasuki Tahap Awal
- Pendidikan Mestinya Melahirkan Manusia Budaya Indonesia
- UGM Bantu Pengembangan Ekowisata Pulau Maratua
- Mahasiswa UGM Ikuti JENESYS 2.0 ASEAN Economic Community 2013 di Jepang
