Rilis
Ni Ketut Raih Doktor Usai Teliti Asimetri Dampak-Harga
Tanggal Posting 2012-06-26 11:30:51
Melakukan penelitian terhadap asimetri dampak-harga dengan melibatkan faktor-faktor kondisi pasar, ukuran perusahaan dan identitas investor, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, Ni Ketut Surasni dinyatakan lulus Program Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Mempertahankan disertasi "Asimetri Dampak-Harga Transaksi Blok Yang Diinisiasi Pembeli dan Penjual Di Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia", ia menjelaskan bahwa faktor volatilitas return saham dan tingkat kesulitan transaksi diduga turut berpengaruh pada dampak-harga. Saham dengan volatilitas tinggi akan meningkatkan premi risiko yang diminta oleh investor, akibatnya semakin tinggi volatilitas maka dampak-harga semakin besar.
Begitu pula dengan tingkat kesulitan transaksi, semakin tinggi kesulitas maka dampak harga akan semakin besar. Tingkat kesulitas ini berkaitan dengan likuiditas saham. "Jika suatu saham tidak memiliki substitusi sempurna maka kurva permintaan akan memiliki kemiringan negatif (downward sloping) sehingga menyebabkan konsesi harga semakin besar," jelasnya di Auditorium BRI, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Senin (25/6).
Menurut Ni Ketut, kondisi pasar mempengaruhi dampak-harga karena hal ini berkaitan dengan likuiditas. Transaksi-beli akan memiliki likuiditas rendah ketika kondisi pasar naik, sebaliknya transaksi-jual akan memiliki likuiditas rendah ketika kondisi pasar turun. Sedangkan tipe investor yang berbeda menjadikan mereka akan memiliki informasi yang berbeda pula. Investor-berinformasi akan memiliki dampak-harga lebih besar dibandingkan dengan investor-takberinformasi.
Dijelaskan pula bila ukuran perusahaan memiliki pengaruh pada dampak-harga. Umumnya investor sulit memperoleh informasi yang berkaitan dengan perusahaan kecil. Oleh karena itu memiliki saham perusahaan kecil dianggap lebih berisiko, sehingga membutuhkan konsesi harga lebih besar. Begitu pula halnya dengan volatilitas return saham. Bahwa peningkatan volatilitas akan menaikkan risiko yang ditanggung investor, sehingga investor menuntut konsesi harga lebih tinggi. Tingkat kesulitan transaksi ini tentu berpengaruh pada dampak-harga. "Ketiadaan substitusi yang sempurna akan menyulitkan investor melakukan transaksi, sehingga dibutuhkan konsesi harga lebih besar bagi investor-pembeli dan investor-penjual," jelasnya.
Hasil penelitian terhadap data transaksi intrahari selama periode 2005-2007 di Bursa Efek Indonesia, Ni Ketut berhasil menemukan asimetri magnitudo maupun arah pada dampak harga antara transaksi diinisiasi pembeli dan penjual. Bahwa dampak harga transaksi diinisiasi pembeli lebih besar daripada transaksi diinisiasi penjual, serta dampak harga blok-beli adalah kontinyu dan blok-jual universal. "Hasil penelitian menunjukkan pula investor asing berdampak lebih besar daripada investor domestik," tuturnya. (Humas UGM/ Agung)
- Teliti Saham IPO, Arni Raih Doktor
- Raih Doktor Usai Teliti Seni Hias Pura Jagatnatha Bali
- Mengulas Biometrika Telapak Tangan Metode Fraktal
- Dosen Unibraw Raih Doktor Usai Teliti Virus Dengue
- Raih Doktor Usai Teliti Caused Related Marketing
- Raih Doktor Usai Teliti Informasi Akuntansi
- Raih Doktor Usai Teliti Instabilitas Ekspor
- Keterbatasan Sediaan Obat Dorong Doktor Berikan Resep Racikan
- Kurikulum 2013 Masih Sentralistik
- UGM Beri Kemudahan Memilih Prodi Dalam Penerimaan Maba
- Mahasiswa Asing FEB UGM Belajar Budaya Desa
- Strategi Ekspor Bawa Kemajuan Perekonomian Korea Selatan
- Mahasiswa Belum ‘Melek’ Legislatif
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
