Rilis
Hatta Rajasa Lepas 5.588 Mahasiswa KKN PPM
Tanggal Posting 2012-06-28 09:50:53
YOGYAKARTA – Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan kementeriannya akan menggandeng program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM untuk mendukung pencapaian pengentasan kemiskinan sebelum berakhirnya MDGs 2015. Pasalnya, pemerintah telah menargetkan tahun 2014 angka kemiskinan dapat menurun hingga 8-10 persen dan pengangguran turun 5-6 persen. “KKN ini saya harapkan betul mendekatkan pentingnya pencapaian kita terhadap MDGs tahun 2015,” kata Hatta Rajasa dalam pidato pelepasan 5.588 mahasiswa KKN PPM UGM periode antarsemester di Grha Sabha Pramana, Kamis (28/6).
Hatta Rajasa menuturkan melalui program KKN, mahasiswa dapat mempraktikkan langsung ilmunya di masyarakat, melaksanakan pemberdayaan dan menghubungkan sumber daya ekonomi untuk dihubungkan ke dunia usaha. “Pendidikan kita bertujuan untuk masyarakat. KKN memahami kultur masyarakat, mengetahui apa yang diiinginkan, dan tahu sumber daya yang dimiliki sehingga nantinya bisa diambil kebijakan yang tepat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hatta juga mengajak mahasiswa di kampus-kampus untuk ikut mendukung program kewirausahaan yang kini dijalankan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui program kredit usaha rakyat. “Sekitar 30-an triliun kita sebarkan ke masyarakat lewat perbankan dengan kredit tanpa agunan,” tuturnya.
Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, menyebutkan UGM mengirim 5.588 mahasiswa KKN PPM untuk ditempatkan di 23 provinsi, terdiri atas 47 kabupaten di luar Jawa dan 38 kabupaten/kota di Jawa. Puluhan mahasiswa asing dari 15 negara pun ikut dalam kegiatan tersebut, di antaranya dari Australia, Hongkong, Jepang, Jerman, dan Afrika Selatan. “Lewat KKN ini sebagai bagian saling belajar, bukan lagi antarmahasiswa, tapi juga mahasiswa asing untuk memberdayakan masyarakat,” katanya.
Selama tiga bulan, para mahasiswa melaksanakan 16 tema kegiatan KKN PPM UGM, antara lain pengembangan kehidupan sosial budaya yang berbasis kearifan lokal dan karakter bangsa, bidang pendidikan, kesadaran politik dan hukum, pertanian dan peternakan, pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, TI, serta tanggap dan mitigasi bencana. “Topik yang dikedepankan cukup bervariasi. Semoga sukses dan dapatkan pengalaman berharga,” harap Rektor. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
- Pemerintah Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi
- Hatta: Menuju Negara Maju, Indonesia Terkendala Persoalan HAM dan Ledakan Jumlah Penduduk
- Peringatan 105 Tahun Bung Hatta :Deklarasi Gerakan Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah-Usaha Perempuan (UKM-UP)
- Meutia Hatta : Perempuan Harus Punya Penghasilan Sendiri
- Dissinkronisasi Otonomi Daerah Dengan Hukum Pertanahan
- Jejak-Arah Transformasi Sastra dan Kebudayaan, 70 Tahun Prof Dr Siti Chamamah Soeratno
- UGM-UI-ITB Sepakat Kerja Sama Pengembangan Infrastruktur
- Addie MS Bintang Tamu Konser Orkestra UGM
- Perihal Budaya Terjadi Gap Antar Generasi
- Penyelenggara Negara Cenderung Abaikan Moral dan Etika Politik
- Kebutuhan Terhadap Multilateralisme Kian Mendesak
- Raih Doktor Usai Teliti Instabilitas Ekspor
- UGM Kembangkan Gama Jagung Manis Hibrida
- Pembangunan Museum UGM Memasuki Tahap Awal
- Pendidikan Mestinya Melahirkan Manusia Budaya Indonesia
- UGM Bantu Pengembangan Ekowisata Pulau Maratua
- Mahasiswa UGM Ikuti JENESYS 2.0 ASEAN Economic Community 2013 di Jepang
