Fakultas Isipol

Sejarah Fisipol UGM berawal dari Akademi Ilmu Politik (AIP) yang didirikan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran tinggi kepada calon-calon petugas dalam bidang pemerintahan dalam negeri, urusan luar negeri dan bidang penerangan. Namun, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 1949, tentang "Peraturan Sementara tentang Penggabungan Perguruan Tinggi Menjadi Universiteit", AIP bersama akademi-akademi lain dilebur ke dalam universitas dengan nama "Universiteit Negeri Gadjah Mada". Dalam perkembangan selanjutnya untuk meninggikan derajat perguruan tinggi akademi-akademi itu, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1950, tentang "Penghapusan Bentuk Akademi dalam Lingkungan Universiteit Negeri Gadjah Mada". Berdasarkan PP tersebut, Akademi Ilmu Politik dihapus dan sebagai gantinya dibentuk Bagian Sosial dan Politik yang berada dalam Fakulteit Hukum. Sejak saat itu, "Fakulteit Hukum" berubah nama menjadi " Fakulteit Hukum, Sosial dan Politik" yang terdiri dari Bagian Hukum dan Bagian Sosial dan Politik. Bagian Sosial dan Politik mempunyai tingkat Bakaloreat maupun Doktoral Ilmu Sosial dan Politik dengan tiga jurusan, yaitu: Jurusan Pemerintahan, Jurusan Hubungan Internasional, dan Jurusan Publicitit. Pada tahun berikutnya, nama Jurusan Publicitit mendapat perluasan menjadi Jurusan Kemasyarakatan dan Publisitit.

Menjadi fakultas penelitian di bidang ilmu sosial dan ilmu politik, yang mengembangkan riset unggulan sebagai basis pendidikan dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bagi transformasi pengetahuan untuk kepentingan rakyat

Perkembangan ilmu-ilmu sosial dan politik dan dinamika sosial-politik di Indonesia melahirkan tuntutan mengembangkan Bagian Sosial dan Politik. Tuntutan ini yang pada akhirnya meningkatkan Bagian Sosial dan Politik menjadi fakultas tersendiri. Pada 19 September 1955, Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia memberlakukan "Peraturan tentang Melengkapkan Susunan Universitas Gadjah Mada" tentang pendirian Fakultas Sosial dan Politik. Tanggal 19 September 1955 kemudian ditetapkan menjadi hari jadi Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada dengan lima jurusan, yaitu Jurusan Ilmu Usaha Negara (dahulu Jurusan Ilmu Pemerintahan), Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Jurusan Ilmu Publisistik, Jurusan Sosiologi dan Jurusan Sosiatri.

Sistem pengajaran pada Fakultas Sosial dan Politik dibedakan dalam 4 tingkat yaitu: Persiapan, Kandidat, Bakaloreat, dan Doktoral. Perkembangan dan tuntutan untuk merespon dinamika di masyarakat menyebabkan pada tahun akademi 1964/1965 Jurusan Pemerintahan yang dulu dihapuskan, didirikan kembali sebagai satu jurusan yang berdiri sendiri. Dan pada tahun 1983 jurusan Ilmu Publisistik dirubah namanya menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi. Sejak pertama kali didirikan hingga tahun 1973, kampus Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada adalah di Pagelaran dan Sitihinggil Kraton Yogyakarta, yang ditempati bersama-sama dengan Fakultas Hukum (di bagian Barat) dan Fakultas Sosial dan Poiltik sendiri di bagian timur. Menjelang akhir tahun 1973, ketika gedung baru untuk Fakultas Sosial dan Politik di kampus Bulaksumur selesai, maka secara resmi Fakultas Sosial dan Politik pindah ke Bulaksumur.

Di Bulaksumur ini Fakultas Sosial dan Politik juga mencatat sejarah penting dalam pertumbuhan kehidupannya, yaitu dengan diintegrasikannya Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada ke dalam fakultas ini. Dengan adanya integrasi tersebut maka Fakultas Sosial dan Politik ini kalau dilihat dari sarana pendidikan yang dimiliki menjadi semakin besar. Keputusan rektor No. 24 tahun 1978 menyatakan bahwa semua fasilitias dan sarana yang dimiliki oleh Badan Administrasi Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada, termasuk para dosennya diintergrasikan secara menyeluruh ke dalam Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada.