Keunggulan

Mengacu pada ASCE Vision 2025 (ASCE, 2007) dan Kebijakan Umum UGM 2012-2037, pendidikan Prodi Sarjana Teknik Sipil DTSL FT UGM dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap berperan sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan berinovasi dalam bidang ketekniksipilan yang berwawasan lingkungan. Peran yang dimaksud dapat ditunjukkan oleh lulusan dalam fungsinya sebagai perencana, manajer, peneliti, pelaksana/pembangun, operator atau pengelola bangunan teknik sipil.

Prospek Karir

  • Pegawai Negeri Sipil di institusi pemerintah: Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Bappeda, Kementerian PUPR, BAPPENAS, Kementerian Perhubungan, BPPT, BNPB, BPBD.
  • BUMN di bidang konstruksi: PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Hutama Karya, PT. Adhi Karya, PT. Brantas Abipraya, PT. Pembangunan Perumahan, dll.
  • BUMN terkait infrastruktur dan layanan publik: PT. PLN, PT. KAI, PT. Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, dll.
  • Konsultan perencanaan dan supervisi bidang infrastruktur.
  • Kontraktor swasta bidang infrastruktur, Perbankan.
  • Pengajar/dosen perguruan tinggi, LIPI, Balitbang.

Capaian

  • Memiliki tenaga pengajar 64 orang: 55 Doktor, 23 diantaranya Profesor, 9 Master (4 dosen diantaranya sedang menempuh S3 di luar negeri & 1 dosen di dalam negeri).
  • Terakreditasi A BAN-PT, IABEE dan akreditasi internasional ABET.
  • Memiliki 7 laboratorium yang sangat memadai untuk praktikum dan mendukung pembelajaran serta penelitian Tugas Akhir mahasiswa.
  • Memiliki Hak Paten temuan dosen: Teknologi Fondasi Cakar Ayam Modifikasi, Teknologi Konstruksi Bambu, Sistem Peringatan Dini Longsor, Bangunan Pemecah Gelombang Ambang Rendah Dari Karung Geotekstil Untuk Pengendali Erosi Pantai.
Pusat Bantuan Krisis
Skip to content